Manfaat Tidur Siang Bagi Anak

By | Juli 15, 2019

Rasanya hampir semua orang renta akan mengalami masa-masa penuh drama, ketika seruan tidur siang kepada anak akan dianggapnya sebagai ‘hukuman’. Entah kenapa, tapi hal ini memang kerap terjadi pada anak di usianya yang gres memasuki 2 tahun. Padahal, Anda pun niscaya tahu bahwa di usianya ini anak masih membutuhkan banyak tidur, termasuk di siang hari. Menurut Kim West, MD., sleep coach dari Annapolis, Maryland, sekaligus penulis buku The Sleep Lady Good Night, Sleep Tight: Gentle Proven Solutions to Help Your Child Sleep Well and Wake Up Happy, ketika tidur, anak akan merekam kembali di otak semua hal yang sudah dipelajari sebelumnya. Tentu saja hal ini akan memudahkannya mengakses kembali ingatan tersebut ketika terbangun nanti.

Menurut West, tumbuh kembang anak akan lebih maksimal lagi bila ia terbiasa tidur siang dan tidur nyenyak sepanjang malam. Karena di ketika tidur, tubuh anak akan memproduksi hormon pertumbuhan yang sanggup meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya (artinya: anak yang cukup istirahat akan lebih jarang sakit!). Kurangnya waktu tidur pada anak juga sering kali dihubungkan dengan problem kesehatan. Sebuah studi yang dilansir oleh Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine menyebutkan bahwa anak di bawah usia 5 tahun yang tidak bisa tidur malam dengan nyenyak (sekitar 10 – 12 jam), mempunyai risiko tinggi terkena obesitas, yang sanggup membawanya ke problem kesehatan lainnya menyerupai diabetes dan penyakit jantung.

Hasil serupa juga didapat dari penelitian yang dilakukan oleh Elsie Taveras, Ph.D., dari Harvard yang menyatakan bahwa bayi yang tidur kurang dari 12 jam sehari mempunyai risiko dua kali lebih besar untuk mengalami kelebihan berat badan. Selain itu, Anda niscaya juga menyadari bila anak menjadi lebih sulit diatur dan lebih rewel ketika ia kurang tidur. Itu sebabnya, berdasarkan Robert Beckerman, M.D., dokter seorang andal gangguan tidur dari Children’s Mercy Hospitals and Clinics, Kansas City, Missouri, anak-anak, terutama yang mempunyai gangguan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau gangguan hiperaktif, harus mendapat tidur siang yang berkualitas. Tidur yang berkualitas akan memengaruhi kemampuan anak untuk berkonsentrasi, mengerti, bahkan melaksanakan hal yang gampang sekalipun.

Sebuah penelitian yang dilakukan University of Southern Missisipi yang mengamati laporan dari para orang tua, menemukan bahwa anak usia 4 – 5 tahun yang tidak pernah tidur siang ternyata mempunyai tingkat hiperaktif yang lebih tinggi, gampang gelisah, dan depresi dibanding anak yang tidur siang setidaknya seminggu sekali.